August 16, 2011

Menjelang 'Kemerdekaan' dengan...

Kampus ITB, Bandung
Selasa, 16 Agustus 2011
Langkahku dengan cepat menyusuri koridor labtek, menuju sebuah kelas kosong yang dipindah ke tf lantai 4 dan dengan intuisilah aku menemukan ruang penggantinya. telat 20 menit
Hari ini kuliah macam anak TPB, dimana 3 tahun lalu nyaris setiap hari kuliah dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore dengan satu jam kosong di tengah hari. Selasa sudah kucalonkan sebagai hari akan kubenci semester ini. Sudah kuperhitungkan bahwa konsentrasi belajarku tidak cukup untuk semua kuliah, paling hanya untuk 2 kuliah pertama saja sebelum kepalaku penat dan mulut kembali menguap lebar.
Satu jam kosong aku pergunakan untuk tidur di bangku depan himpunan, peduli amat jadi tontonan, yang penting adem, ga sumpek, dan kena sedikit sinar matahari. Kuliah Fenom jam 1 disertai dengan kabar buruk: Dosennya ada keperluan mendadak yang merupakan solusi win-win-win bagi bpk dosen, yang berurusan dgn beliau, dan tentunya mahasiswa kelasnya yang mengeluarkan keluhan eufinisme. Bagiku:

"perpanjangan waktu tidur siang 2 babak"

Sore ada kuliah RLT, membahas kompresor sebuah pabrik es di pulau alor-entah-dimana yang sedang bermasalah. Beres kuliah cabut ke LFM, ca-cakru wawancanda, main gagarudaan-ada-lima, dan sedikit bahas proyekan. Terdengar gaduh Gonjang-Ganjing Ganesha di boulevard, aku lihat rekan2 mahasiswa bernyanyi lagu2 daerah dengan massa yang terlihat riuh karena rasa kangen akan kampung halaman. terpikir olehku:

"Jika aku anak rantau, akankah kurindu tanah priangan ini?"

Kopi sore (magrib) tentang acara Ganfest 2012, tajilan kruba, lalu kembali ke labtek untuk ikut acara bubar 1001 malam HMFT. singkat cerita, disini aku shalat taraweh kedua kalinya di bulan ini dan ikut permainan '17 agustusan' yang berlangsung dengan sangat 'cadas'. Bayangkan remaja 20-21 tahun dari institut (katanya) terbaik bangsa bertingkah seperti bocah sd yang baru mengikuti lomba 17an di RT nya, berusaha menang dengan segala cara, dan fanatisme kpd kelompok yang berumur 5 menit! Dan tentunya, aku yang merupakan mantan juara pecah balon tingkat RW tidak kalah semangat dengan yang lainnya!
Setelah perjuangan yang meneteskan keringat, mengeraskan rahang, sakit perut karena tertawa, dan seret tenggorokan. Kelompok saya dapet juara 1 lomba roadrush balap balon! yang berhadiahkan snack premium dari toserba terdekat. Berikut adalah foto dari anak2 yang bermain kembang api saat acara selesai:

Saat pulang kulihat jalanan sepi di tengah malam. Kuragu mereka yang masih terbangun sedang memaknai peringatan hari Kemerdekaan esoknya. Tak pernah berani kukaji makna kemerdekaan, terlalu takut untuk melupakan makna tersebut dalam sebuah tidur malam dan menelan pil lupa ingatan.

*pagi hari ini aku ingin mengikuti upacara bendera di kampus,
bukan untuk siapa2 melainkan diriku sendiri.

No comments:

Post a Comment