sebuah sajak yang dahulu lahir dan penghamilan tinta pada kertas
bukan dari kristal triwarna dan sinyal kejut yang membentuk wujud
sebuah sajak tentang kegelisahan, seruan
berikut sepotong darinya
Tak ada dari kita kah yang cukup merasa gelisah melihat kehidupan jaman seperti beliau? atau mulut kita terlampau penuh tersumpal materi dan omongan kosong?
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.
19 Agustus 1977
Dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, kepada Mahasiswa Institut Teknologi Bandung
WS Rendra, Sajak Sebatang Lisong
Tak ada dari kita kah yang cukup merasa gelisah melihat kehidupan jaman seperti beliau? atau mulut kita terlampau penuh tersumpal materi dan omongan kosong?
No comments:
Post a Comment